Thursday, 3 September 2015

PENGARUH PERADABAN ISLAM TERHADAP DUNIA





www.aquila-style.com

Siapa menyangka, Peradaban Islam memberikan pengaruh dan peranan yang sangat besar terhadap renaissance di Eropa (Barat). Dan Saat ini, Umat Islam kemudian Harus berhadap-hadapan dengan Barat, 

Islam Sebagai Tokoh Kegelapan, sedangkan Barat sebagai tokoh peradaban, Mungkin banyak yang pura-pura buta bahwa yang berhadapan dengan barat adalah terorist, bukan Islam. Pada kenyataannya, Dalam medan pertempuran, dalam ledakan,Rentetan senapang, Jerit tangis dan Amis darah, Kumandang Jihad melawan barat sudah lama dikumandangkan. 

Begitu Pula Barat. Dalam Diam, Senyum Manis, Ramahtamah, pengasih, penyayangnya mengerahkan seluruh kekuatan, baik fisik maupun mental, Sosiologi,Psikologi,Ekonomi, Budaya, Ilmu pengetahuan, Kesenian dan sebagainya dijadikan senjata dalam usaha meluluhlantakkan iman beserta seluruh sisa-sisa peradaban Islam.(Youchenky)

Kebudayaan sebagai ciri khas manusia yang paling menonjol memberikan sebuah warna dalam kehidupannya. Keberadaan sebuah budaya yang ada pada tiap masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, tapi banyak faktor yang mempengaruhi dinamisnya alur sebuah bahkan setiap budaya. Hal ini berarti, tidak dapat dipungkiri bahwa transformasi sebuah budaya selalu diawali oleh sentuhan budaya lainnya.

Dalam konteks pembangunan peradaban pada setiap peradaban, maka peminjaman kebudayaan lain yang lebih baik adalah hal yang perlu dilakukan. Jika ditinjau dari aspek historisnya, beberapa abad sebelum Romawi berkuasa, Yunani terlebih dahulu jaya dengan peradabannya, maka tidak dapat terelakkan peminjaman yang dilakukan oleh Romawi terhadap Yunani. Sama halnya dengan Islam, ketika Bani Abbassiyah berkuasa, maka proses transfer kebudayaan dari Yunani dan Persia adalah suatu hal yang perlu dilakukan demi menjamin keberlangsungan dari peradaban Islam.

Islam sebagai adikuasa membawa kesan tersendiri bagi tiap peradaban yang ada pada saat itu. Kejayaan Islam diibaratkan seperti percikan air yang turut menyegarkan peradaban lain, serta membukakan mata untuk melihat sesuatu yang lebih hebat didepan mereka. Sehingga tidaklah salah jika dikatakan bahwa renaissance yang terjadi di dunia barat kala itu karena pengaruh dari Islam yang berjaya hingga 1800 M. Maka, penulis merasa perlu untuk meninjau kembali pengaruh peradaban Islam terhadap dunia modern. Terkhusus, jika meninjau akar historis masuknya peradaban Islam ke dunia barat ketika Islam berjaya sebagai adikuasa.
Sumber Gambarwww.hidayatullah.com

A. Proses Peradaban Islam Masuk ke Dunia Barat

Mungkin sekilas jika melihat term “dunia barat” maka term tersebut begitu melekat dengan term “dunia modern”. Dapat dikatakan hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena pada abad XXI ini siapa yang merasa kekuatan dunia ada pada “dunia timur”. Padahal realitasnya, kekuatan dunia memang ada pada “dunia barat” selayaknya Amerika, negara-negara Eropa, Rusia dan lain-lain. Oleh karena itu, peninjauan kembali pengaruh peradaban Islam terhadap dunia barat adalah suatu hal yang perlu. Bukan berarti, peninjau itu sekadar nostalgia akan kejayaan masa lalu. Akan tetapi, hal tersebut mampu menjadi pengingat, motivator, pembelajaran bagi setiap orang akan eksistensi ummat muslimin saat itu dibanding para manusia dari dunia barat.

Kesadaran dunia barat akan adanya peradaban Islam sebenarnya telah dibangun oleh Rasulullah sejak masa-masa awal dakwah Islam. Pada tahun ke 6 Hijrah, Nabi mengirimkan utusan-utusannya kepada raja dan ratu dari negara tetangga. Utusan-utusan itu dikirim ke Kaisar Byzantium (Heraclius). Raja Cyprus atau Makaokas, raja Abbyssinia (Najashi) dan ke raja Persia (Kisra).[1] Sehingga dari ajakan inilah Islam mulai dikenal di belahan dunia lainnya.

Kontak antara dunia barat dan Islam semakin menemui puncak ketika masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Khalifah kedua ini mengutus Khalid bin Walid dan Amr bin Ash untuk melancarkan peperangan ke berbagai wilayah sekitar jazirah Arab dengan motivasi meluaskan wilayah kaum muslimin. Bahkan peperangan ini termasuk di antara perang yang menyamai prestasi Napoleon, Hanibal dan Alexander dalam sejarah.[2] Peperangan ini mengguncangkan Romawi dengan diambilnya wilayah kekuasaan mereka yakni Syam dan Mesir. Seperti yang diketahui, pada tahun XXX SM Mesir telah dikuasai oleh Romawi dan dijadikan sebagai sumber gandum yang penting untuk mencukupi kebutuhan bangsa bangsa Romawi.[3]

Ekspansi demi ekspansi telah dilakukan oleh ummat muslim, sekalipun ekspansi wilayah agak terhenti pada masa Utsman bin Affan serta Ali bin Abi Thalib akibat persoalan politik di kalangan ummat muslim sendiri akan tetapi itu tidak menyurutkan semangat mempertahankan wilayah kaum muslimin yang telah di ambil alih ke tangan mereka. Penaklukan selanjutnya dilakukan pada masa pemerintahan Bani Umayyah, tepatnya pada masa walid bin Abdul Malik.

Pada masa Walid bin Abdul Malik terjadilah penaklukan Spanyol. Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M. melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan nama Iberia/Asbania, kemudian disebut Andalusia, ketika negeri subur itu dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya Andalusia.[4]

Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tarif bin Malik, Tarik bin Ziyad, dan Musa bin Nusair. Tarif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik, sedangkan Musa sebagai pengirim pasukan, sementara Tariq bin Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata, yaitu sebanyak 12.000 pasukan dan berhasil menaklukan Spanyol pada tahun 92 H. atau 711 M.[5]

Kemenangan pertama yang dicapai oleh Tariq bin Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz tahun 99 H/717 M., dengan sasarannya menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Prancis Selatan. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Prancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia.[6]

Lebih lanjut proses masuknya peradaban Islam ke dunia barat terjadi di Sisilia. Serangan pertama ke Sisilia terjadi pada tahun 652 M., ketika kota Siracusa dimasuki dan kekuasaannya tenggelam saat itu juga. Pada tahun 831 M., kota Palermo dapat dikuasai umat Islam. Penaklukan daerah Italia terus berlangsung hingga mencapai anti klimaks pada abad ke-9 yaitu pada tahun 871 M., saat kota Bari direbut kembali oleh pasukan Kristen dan menjadi pertanda berakhirnya kekuasaan muslim atas Italia dan Eropa tengah.[7]

Munculnya bangsa Norman yang dipimpin oleh Roger pada tahun 1060 M., hingga tahun 1091 M., telah berhasil menaklukan seluruh kekuatan Islam dan Bizantium di Sisilia dan mengadopsi peradaban Islam dalam kekuasaan mereka, baik dalam bidang sastra, seni, industri dan bidang-bidang yang lain.[8]

Dengan demikian, kehadiran orang-orang Arab di Spanyol dan Sisilia secara perlahan menjadi jalur masuk ke Eropa Barat, meskipun Eropa Barat telat menjalin hubungan dengan Imperium Bizantium, akan tetapi penduduknya lebih banyak mengambil alih kebudayaan orang-orang Arab ketimbang orang-orang Bizantium.[9]

Proses selanjutnya terjadi setelah ekspansi wilayah kaum muslimin ke berbagai daerah di dunia barat. Invasi atas Spanyol dan Sisilia telah memberi arti bahwa suatu waktu Islam hadir di daerah pinggiran Kristen Latin. Namun demikian, invasi tersebut memunculkan reaksi gerakan perang salib pada abad ke-11. Selama perang salib ini telah mengakibatkan terjadinya tukar menukar pengaruh budaya di antara mereka, atau lebih tepatnya penerimaan orang-orang Eropa atas corak-corak kebudayaan Islam. 

Selanjutnya orang-orang salib menetap di Timur Islam dalam waktu yang cukup lama sejak abad 5 H. sampai 7 H. (Abad 12 sampai 17 M.). Karenanya terjadi hubungan yang intensif dengan seluruh peradaban Islam yang mengagumkan mereka. Walaupun peperangan terus terjadi antara mereka dan kaum muslimin, akan tetapi para cendekiawan mereka tidak menutup diri untuk mengambil seluruh peradaban Islam yang disaksikannya.[10]

Sekilas mungkin gambaran tentang interaksi atau proses masuknya peradaban Islam ke dunia barat (dunia modern kini) kebanyakan berkisar pada tahapan ekspansi atau peperangan. Justru melalui tahapan itulah transfer peradaban lebih nyata dan aktual sifatnya pada masa itu.

B. Pengaruh Peradaban Islam terhadap Dunia Modern

Hal yang menarik perhatian dari pergantian peradaban-peradaban adalah sesungguhnya peradaban yang datang belakangan berdiri di atas peradaban yang lama. Seperti inilah letak pengaruh peradaban Islam terhadap peradaban barat modern yang datang setelahnya. Pengaruh tersebut mencakup berbagai bidang dan mendominasi berbagai tingkat peradaban di barat modern secara umum. Oleh karena itu, ada beberapa pengaruh peradaban Islam yang paling menonjol terhadap peradaban barat, sebagai berikut:

1. Bidang Akidah dan Undang-Undang

Menarik memang ketika melihat sub pembahasan ini, karena Islam mempengaruhi peradaban barat dari sisi akidah. Padahal jika meninjau peradaban mereka kini, sangatlah jauh perbedaan yang terjadi dari sisi akidah antara akidah Islam atau dunia Timur dan dunia barat/ modern. Tetapi apabila meninjau akar historisnya maka tidak dapat disangkal akidah barat sebelum Islam hadir , terdapat banyak sekali paham bodoh dengan penyembahan yang tidak jelas sama sekali, singkatnya itulah tradisi kaum pagan.

Orang yang mempelajari sejarah agama Eropa dan gereja Nasrani dapat melihat pengaruh rasionalitas Islam dalam kecenderungan pembaharu dan pemberontak sistem keuskupan yang berlaku. Antaranya, ada pemberontakan oleh Martin Luther King yang memunculkan Kristen Protestan. Gerakan ini muncul atas penolakan Martin Luther terhadap sistem Katolik yang berada di Vatikan.[11]

Selanjutnya, dikalangan Nasrani muncul gerakan penolakan tradisi pengakuan dosa dihadapan pastur yang dianggap tidak relevan. Mereka mengajak agar manusia mengakui dosa dengan jalan mendekatkan diri kepada Allah selayaknya yang dilakukan oleh kalangan muslimin. Gerakan ini terjadi di Septimania sekita abad VIII M atau II/ III Hijriah. Lalu pada tahun 108 H./ 726 M Imperatur Romawi Louis III mengeluarkan aturan mengenai larangan pensakralan gambar-gambar dan patung-patung. Kemudian tahun 112 H./ 730 M mengeluarkan keputusan lagi terhadap gambar-gambar dan patung patung adalah bentuk paganisme.[12]

Pengaruh peradaban Islam lainnya dalam bidang hukum dan undang-undang terdapat pada proses penerjemahan maszhab-mazhab fikih dan undang undang Islam ke semua bahasa karena saat itu eropa tidak memilki sistem yang sistematis dan undang undang yang adil. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemiripan undang-undang Perancis dengan Mazhab Maliki. Ketika itu Napoleon sekitar awal abad XIX menaklukkan Mesir, kitab kitab mazhab Maliki yang termahsyur diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis.[13]

2. Bidang Ilmu Pengetahuan

Salah satu bidang yang paling menonjol untuk menunjukkan pengaruh Islam terhadap dunia barat adalah dalam bidang ilmu pengetahuan. Nama-nama seperti Averroes, Avicenna dan lain lain adalah sekian dari beberapa ilmuan muslim yang diakui oleh barat. Ilmu kedokteran, farmasi, matematika, kimia, optik, geografi, astronomi dan lain sebagainya adalah bukti terkuat pengaruh Islam di bidang Ilmu pengatahuan. Banyak kalangan barat atau orientalis yang mengakui bahwa kaum muslimin menjadi guru mereka selama kurang lebih enam ratus tahun.

Bidang sastra sangat banyak kontribusi kaum muslimin, dapat dilihat dari menyebarnya manuskrip Alf Laila wa Laila atau One Thousand Nigths and One yang belakangan dikenal dengan nama Arabian Nights yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa salah satunya bahasa Perancis dengan judul Les Mille et Une Nuits oleh orientalis Antoine Galland. Adapun karya lainnya seperti Cerita Ali Baba dan Empat Puluh Pencuri atau Sinbad Sang Pelaut. Selain itu karya mistik Jalaluddin Rumi yang berjudul Matsnawi berupa kumpulan puisi 40.000 syair rimaganda, yang telah didiktekan Rumi kepada murid dan asistennya, Husamuddin. Terjemahan Matsnawi ke dalam bahasa Eropa telah dikerjakan selama abad ke XIX.[14]

Dalam bidang Kedokteran, dua ahli kedokteran muslim telah menuliskan buku teks-teks ilmu pengobatan yang menjadi buku standar bagi sekolah ilmu pengobatan Eropa hingga mendekati abad ketujuh belas. Mereka adalah ar-Razi atau Rhazes yang telah mempelopori penemuan karakter penyakit menular dan memberikan penanganan klinis pertama terhadap penakit cacar, serta Ibnu Sina atau Avicenna yang telah menemukan karakter penyakit menular terhadap air. Konsep mereka berdua dikembangkan oleh Ibnul Khatib dan Ibnul Baitar seorang diantara ahli farmasi muslim besar, yang telah menemukan sebanyak 1400 jenis obat-obatan. Adapun Ibnu Haitsam dikenal sebagai Alhazen, menulis sebuah buku besar tentang optik berjudul Optical Thesaurus. Ia mengembangkan teori “pemfokusan, pembesaran dan inversi bayangan mata”.[15]

Dalam bidang musik, umat muslim saat itu memperkenalkan banyak instrumen musik islami seperti lute (al-lud), pandore (tanbur) dan gitar (gitara). Kontirbusi Muslim yang penting terhadap warisan musik mensural dalam noot dan mode ritmik. Tarian Morris di Inggris berasal dari Moorish mentas (Morise). Spanyol banyak menerapkan model model musikal untuk sajak dan rima syair dari kebudayaan Muslim.[16]

Dalam bidang industri yang masuk kategori ilmu pengetahuan pengembangan kertas oleh kaum muslimin menjadi salah satu bukti nyata betapa kuatnya pengaruh Islam terhadap barat. Pengembangan kertas ini dimulai ketika kaum muslimin memindahkan tawanan dari China ke Samarkand. Di antara tawanan tersebut ada yang ahli membuat kertas sehingga industri kertas tampak semarak di Samarkand. Kemudian improvisasi dilakukan sehingga bahan yang lebih halus seperti katun dan kapas menjadi bahan kertas selanjutnya. Pada masa Harun Ar-Rasyid pabrik kertas tersebut bermunculan diwilayah kekuasaan Abbasiyah. Sehingga dunia barat sudah mulai mengenal industri kertas yang sebenarnya merupakan salah satu penopang dunia ilmiah dan dunia rohani.[17]

Selanjutnya pengaruh peradaban Islam terhadap dunia modern dapat dilihat dari minat mereka terhadap filsafat dari para filusuf Islam. Filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd al-Rahman (832-886 M). Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Tokoh utama yang kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asa, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Rusyd dari Cordova.[18]

3. Kemegahan Arsitektur

Sudah menjadi konsekuensi logis dari sebuah kemajuan keilmuan adalah pesatnya pembangunan fisik yang disertai dengan nuansa-nuansa arsitektur yang megah, baik di bidang laboratorium, istana, tempat ibadah, perpustakaan maupun terkait dengan pertanian. Orang-orang memperkenalkan pengaturan hidrolik untuk tujuan irigasi. Kalau dam digunakan untuk mengecek curah air waduk dibuat untuk konservasi. Pengaturan hydrolik itu dibangun dengan memperkenalkan roda air asal Persia yang dinamakan na’urah (Spanyol Noria). 

Namun pembangunan fisik yang paling menonjol adalah pembangunan gedung-gedung, seperti pembangunan kota, istana, masjid, pemukiman, taman-taman. Di antara pembangunan yang megah adalah masjid Cordova yang di bangun pada masa ‘Abd al-Rahman al-Dakhili, kota al-Zahra, kota termegah yang dibangun oleh ‘Abd al-Rahman III dan kota Granada yang cantik dan megah dengan istana al-Hamra’ yang sangat terkenal di dunia, Istana Ja’fariyah di Saragosa, tembok Toledo, istana al-Makmun dan mesjid Seville. Cordoba juga terkenal dengan universitasnya, yaitu Universitas megah Cordoba yang di bangun oleh al-­Haqam II ‘Abd al-Rahman III (961- 976). [19]

Pada saat penaklukan oleh orang orang Islam, keadaan sosial, politik dan ekonomi Spanyol sangat menyedihkan. Berada dibawah kepemimpinan umat Kristen Roma yang korup dan sangat tidak efisien.[20] Sehingga ketika Islam hadir segalanya menhadi lebih baik. Mulai dari pertaniaan dengan pembangunan irigasi yang baik memacu produksi yang baik pula sehingga mereka dapat membangun kebun tebu, kapas, padi , jeruk , anggur, dan sebagainya. Karena kemajuaan ekonomi, Spanyol mampu membangun beberapa kota yang megah dan mempunyai banyak bangunan menumental. 

Walaupun akhirnya Islam terusir dari wilayah Barat dengan cara yang sangat kejam, tetapi Islam telah membidangi gerakan kebangkitan di Eropa, gerakan kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik padan abad 14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M dan pencerahan (aufklarung) pada abad ke 18 M.[21]


Berdasarkan dari beberapa rumusan masalah di atas maka dapat dirumuskan pula beberapa kesimpulan mengenai pengaruh peradaban Islam di dunia modern (barat), sebagai berikut:

  1. Proses masuknya Islam ke dunia barat setidaknya ada tiga jalur utama, pertama melalui penaklukan Spanyol pada tahun 711 M, pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik yang mengijinkan Musa bin Nusair untuk menginvasi Spanyol. Selanjutnya, Musa bin Nusair mengutus Tarik bin Ziyad untuk menjalankan operasi tersebut dengan 12.000 pasukan. Tahapan selanjutnya dilangsungkan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz pada tahun 717 M. Kedua, ekspansi wilayah kaum muslimin ke Sisilia pada tahun 813 M merupakan titik awal penguasaan wilayah tersebut dengan dikuasainya kota Palermo. Ketiga, Reaksi gereja Vatikan dengan mengawali Perang Salib pada abad ke XI M. Akhirnya perang salib yang berlangsung lama ini, menjadi faktor yang paling nyata dari pertukaran peradaban antara Islam dan barat kala itu.
  2. Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi bukti mengenai pengaruh peradaban Islam terhadap dunia modern (barat). Pertama, dari sektor akidah serta undang-undang (sistem pemerintahan/ hukum) yang menjadi kekurangan dunia barat selama berabad-abad. Kedua, dari sektor Ilmu pengetahuan yang sangat fundamental karena beragam ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi kini tidak terlepas dari pengaruh Islam. Ketiga, yang paling terlihat dari bidang arsitektur seperti Cordoba dan lain-lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

As-Sirjani, Ragib. Sumbangan Peradaban Islam untuk Dunia Cet. I; Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2011.

Departemen Pendidikan Nasional, Ensiklopedia Islam Jilid I Jakarta, Bagian Proyek Pengembangan Sistem dan Standar, 2003.

Hassan, Hassan Ibrahim.Sejarah dan Kebudayaan Islam Cet I; Yogyakarta: Kota Kembang, 1989

Hitti, Philip K. Histrory of the Arabs Cet. I; Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2010.

Mahmudunnasir, Syed. Islam Konsepsi dan Sejarahnya Cet. I; Bandung: CV. Rosda, 1988.

Nakosteen, Mehdi. Kontribusi Intelektual Islam atas Dunia Barat Surabaya: Risalah Gusti, 1995.

Poeradisastra, S.I. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Peradaban Modern Cet. II; Jakarta: P3M, 1986. 

Watt, W. Montgemary. Islam dan Peradaban Dunia Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 1997. 

Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam Jakarta: PT. Gravindo Persada, 2003.

[1]Hassan Ibrahim Hassan, Sejarah dan Kebudayaan Islam (Cet I; Yogyakarta: Kota Kembang, 1989), h. 27. 

[2]Philip K. Hitti, Histrory of the Arabs (Cet. I; Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2010), h. 178. 

[3]op. cit. h. 48. 

[4]Departemen Pendidikan Nasional, Ensiklopedia Islam Jilid V (Jakarta, Bagian Proyek Pengembangan Sistem dan Standar, 2003), h. 144. 

[5]Syed Mahmudunnasir, Islam Konsepsi dan Sejarahnya (Cet. I; Bandung: CV. Rosda, 1988), h. 221. 

[6]Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: PT. Gravindo Persada, 2003), h. 93. 

[7]Philip K. Hitti, op. cit, h. 768-773. 

[8]Ibid., h. 772-783. 

[9]W. Montgemary Watt, Islam dan Peradaban Dunia (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 1997), h. 42. 

[10]Ibid., h. 18-22. 

[11]Ragib As-Sirjani, Sumbangan Peradaban Islam untuk Dunia (Cet. I; Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2011), h. 781. 

[12]Ibid, h. 780. 

[13]loc.cit. 

[14]Mehdi Nakosteen, Kontribusi Intelektual Islam atas Dunia Barat (Surabaya: Risalah Gusti, 1995), h. 256-258. 

[15]Ibid, h. 260. 

[16]Ibid,h. 261. 

[17]Ragib As-Sirjani, op. cit. h. 785. 

[18]Badri Yatim, op.cit., h. 101. 

[19]Ensiklopedia Islam, op.cit, h. 148-147. 

[20]Syed Mahmudunnasir, loc. cit. 

[21]S.I Poeradisastra, Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Peradaban Modern (Cet. II; Jakarta: P3M, 1986),h. 77.

written by "Chaerul Mundzir"










0 komentar:

HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html